Berdasarkan sifat dan bentuknya, pasar dapat di klasifikasikan menjadi 2 macam yaitu:
1. pasar persainagan sempurna (perfect competitive market)
2. pasar dengan persaingan tak sempurna (imperfect competitive market)
- Monopoli
- Pasar monopolistik (monopolistic competition)
- OLigopololi
## Koperasi dalam pasar poersaingan sempurna
Persaigan sempurna adalah stuktur pasar yang paling banyak di gunakan oleh para ahli ekonomi sebagai dasar analisis dan perencanaan suatu perekonomian.
@ Ciri-cirinya :
- Penjual dan pembeli dari suatu produk sangat banyak sehingga masing2 pihak tidak dapat mempengaruhi harga.
-Produk yang di perjual belikan bersifat homogen, yaitu semua produk yang di tawarkan sama dalam segala hal.
- Masing-masing penjual ataupun pembeli mempunyai kebebasan untuk keluar atau masuk kedalam pasar.
- Pelaku ekonomi mempunyai pengetahuan dan informasi yang sempurna dari kondisi pasar, struktur harga dan kualitas barang.
Dalam jangka panjang dapat diharapkan (dengan asumsi bebas masuk dan keluar dari pasar) keunggulan kompetitif dapat tercipta dengan introduksi inovasi terbaru. Tetapi perusahaan perseorangan dan perusahaan-perusahaan lain yang non koperasi akan melakukan hal yang sama, sehingga koperasi tidak mempunyai keunggulan khusus. Oleh karena itu koperasi harus meningkatkan kemampuan inovatifnya dengan laju yang lebih cepat daripada perusahaan saingannya. Hanya dengan cara seperti itu koperasi dapat mempunyai keunggulan pelayanan kepada anggotanya dibanding pesaingnya baik dalam jangka pendek maupun panjang. Kondisi keunggulan jangka panjang dari keanggotaan koperasi adalah lebih sulit untuk direalisasi oleh koperasi, terutama di negara-negara sedang berkembang. Banyak ahli teori koperasi yang pada akhirnya berkesimpulan bahwa dalam pasar persaingan sempurna koperasi tidak dapat memberikan kelebihan/ keunggulan dibanding dengan Perusahaan Non Koperasi.
1.Di Pasar Monopolistik
adalah bentuk dari organisasi pasar, dimana hanya ada satu perusahaan atau penjualan suatu produk di pasar yang bersangkutan.
Dari sudud cakupan, monopoli ada yang bersifat lokal, regional, dan nasional. misal yang bersifat lokal : KUD sebagai penyalur tunggal kredit usaha tani (KUT) dan pupuk. ynag bersifat regional : dapat di lihat dalam penyediaan air minum bersih di mana di monopoli oleh perusahaan daerah air minum (PDAM). Sedangkan yang bersifat nasional : mopoli di bidang layanan pos, telepon, telegram, dan listrik.
2. Dipasar Oligopoli
Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan (penjual) yang menguasai pasar, baik secara independen maupun secara diam-diam bekerja sama.
Banyak koperasi di pasar-pasar lokal yang telah berintegrasi vertikal atau pasar-pasar yang lebih besar dimana perusahaan-perusahaan yang telah mapan masih sangat terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa koperasi telah berada di struktur pasar oligopoli yaitu struktur pasar dengan hanya terdapat beberapa penjual yang menyebabkan kegiatan penjual yang satu mempunyai peranan penting bagi penjual yang lain. Integrasi vertikal yang dilaksanankan oleh perusahaan koperasi atau perusahan-perusahaan lainnya di samping sebagai upaya meningkatkan efisiensi perusahaan, juga untuk menghindari persaingan yang ketat antar PENJUAL.
bismillah dulu ya sebelum baca isinya.....! agar selalu terlindung oleh sang kuasa...
Selasa, 11 Januari 2011
Evaluasi keberhasilan koperasi
**DILIHAT DARI SISI ANGGOTA**
A. efek-efek ekonomis koperasi
status koperasi anggota harus sebagai pemillik (owner)dan sebagai pemakai(users).
Sebagai pemilik kewajiban anggota adalah melakukan infestasi atau menanam modal di koperasinya. Sedangkan sebagai pemakai anggota harus menggunakan secara maksinum pelayanan usaha yang di selenggarakan oleh koperasi.
Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.
Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi:
1. Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.
B. Efek harga dan efek biaya
Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
6 Aspek dasar yang mencapai tujuan :
* Status dan motif anggota koperasi
* Kegiatan usaha
* Permodalan koperasi
* Manajemen koperasi
* Organisasi koperasi
* Sistem pembagian keuntungan atau sisa hasil usaha.
C. Analisis Hubungan Efek Ekonomis dengan Keberhasilan
Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tersebut.
Koperasi harus memiliki usaha pokok dan dapat melaksanakan usha lain yang berkaitan dengan kepentingan usaha anggotanya.
D. Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan
Setiap usaha dari koperasi baik yang bersifat bisnis tunggal ataupun bersifat serba usaha harus di kaitkan denagn kepentingan ataupun kebutuhan ekonomi anggota.
Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat pertisipasi anggota terhadap koprasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.
**DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN**
a. Efisiensi Perusahaan Koperasi
Teori perusahaan menekankan bahwa perusahaan perlu menetapkan tujuan sehingga demikian perusahaan dapat menentukan apa yang harus di tentukan , menyusun progarm aksinya ,menetapkan sasaran, menetapkan indikator keberhaislan, serta tragedi dan taktik yang harus di laksanakan.
manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :
• Manfaat ekonomi langsung (MEL) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung, diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya.
• Manfaat ekonomi tak langsung (METL) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat transaksi, tetapi diperoleh setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggung jawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.
2. Efektivitas Koperasi
Efektivitas adalah pencapaiaan target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya(OA), dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), Jika Os>Oa disebut efektif.
c. Produktifitas Koperasi
Produktifitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan ( I ), jika (O > 1) disebut produktif.
Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUk x 100 %
(1) Modal Koperasi
PPK = Laba bersih dari usaha dengan non anggota x 100 %
(2) Modal Koperasi
(1) Setiap Rp.1,00 Modal koperasi menghasilkan SHU sebesar Rp….
(2) Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp….
d. Analisis Laporan Koperasi
pada intinya tujuan perusahaan adalah memaksimumkan keuntunagn jangka pendek. meskipun demikian pada perkembangannya di sadari bahwa keuntungan jangka panjang lebih penting. Persoalannya kemudian adalah bagaimana mencapai nilai perusahaan pada tingkat yang telah di tetapkan oleh menejemen dengan melaporkan laporan keuangan.
Secara umum laporan keuangan keuangan meliputi :
(1) Neraca,
(2) perhitungan hasil usaha (income statement),
(3) Laporan arus kas (cash flow),
(4) catatan atas laporan keuangan
(5) Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuanghan.
A. efek-efek ekonomis koperasi
status koperasi anggota harus sebagai pemillik (owner)dan sebagai pemakai(users).
Sebagai pemilik kewajiban anggota adalah melakukan infestasi atau menanam modal di koperasinya. Sedangkan sebagai pemakai anggota harus menggunakan secara maksinum pelayanan usaha yang di selenggarakan oleh koperasi.
Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.
Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi:
1. Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.
B. Efek harga dan efek biaya
Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
6 Aspek dasar yang mencapai tujuan :
* Status dan motif anggota koperasi
* Kegiatan usaha
* Permodalan koperasi
* Manajemen koperasi
* Organisasi koperasi
* Sistem pembagian keuntungan atau sisa hasil usaha.
C. Analisis Hubungan Efek Ekonomis dengan Keberhasilan
Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tersebut.
Koperasi harus memiliki usaha pokok dan dapat melaksanakan usha lain yang berkaitan dengan kepentingan usaha anggotanya.
D. Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan
Setiap usaha dari koperasi baik yang bersifat bisnis tunggal ataupun bersifat serba usaha harus di kaitkan denagn kepentingan ataupun kebutuhan ekonomi anggota.
Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat pertisipasi anggota terhadap koprasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.
**DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN**
a. Efisiensi Perusahaan Koperasi
Teori perusahaan menekankan bahwa perusahaan perlu menetapkan tujuan sehingga demikian perusahaan dapat menentukan apa yang harus di tentukan , menyusun progarm aksinya ,menetapkan sasaran, menetapkan indikator keberhaislan, serta tragedi dan taktik yang harus di laksanakan.
manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :
• Manfaat ekonomi langsung (MEL) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung, diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya.
• Manfaat ekonomi tak langsung (METL) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat transaksi, tetapi diperoleh setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggung jawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.
2. Efektivitas Koperasi
Efektivitas adalah pencapaiaan target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya(OA), dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), Jika Os>Oa disebut efektif.
c. Produktifitas Koperasi
Produktifitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan ( I ), jika (O > 1) disebut produktif.
Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUk x 100 %
(1) Modal Koperasi
PPK = Laba bersih dari usaha dengan non anggota x 100 %
(2) Modal Koperasi
(1) Setiap Rp.1,00 Modal koperasi menghasilkan SHU sebesar Rp….
(2) Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp….
d. Analisis Laporan Koperasi
pada intinya tujuan perusahaan adalah memaksimumkan keuntunagn jangka pendek. meskipun demikian pada perkembangannya di sadari bahwa keuntungan jangka panjang lebih penting. Persoalannya kemudian adalah bagaimana mencapai nilai perusahaan pada tingkat yang telah di tetapkan oleh menejemen dengan melaporkan laporan keuangan.
Secara umum laporan keuangan keuangan meliputi :
(1) Neraca,
(2) perhitungan hasil usaha (income statement),
(3) Laporan arus kas (cash flow),
(4) catatan atas laporan keuangan
(5) Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuanghan.
jenis-jenis koperasi
Jenis- jenis koperasi
Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan).
** Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan jenis usahanya:
- a. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
KSP adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung (menyimpan) akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota. Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota.”
b. Koperasi Serba Usaha (KSU)
KSU adalah koperasi yang bidang usahanya bermacam-macam. Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit produksi, unit wartel.
c. Koperasi Konsumsi
Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan bahan makanan, pakaian, perabot rumah tangga.
d. Koperasi Produksi
Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi) dan menjual secara bersama-sama. Anggota koperasi ini pada umumnya sudah memiliki usaha dan melalui koperasi para anggota mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.
e. Koperasi Pemasaran Koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk/jasa koperasinya atau anggotanya
f. Koperasi Jasa Koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya.
**Jenis koperasi berdasarkan fungsinya :
1. Koperasi Konsumsi
Koperasi ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan umum sehari-hari para anggotanya. Yang pasti barang kebutuhan yang dijual di koperasi harus lebih murah dibantingkan di tempat lain, karena koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya.
2. Koperasi Jasa
Fungsinya adalah untuk memberikan jasa keuangan dalam bentuk pinjaman kepada para anggotanya. Tentu bunga yang dipatok harus lebih renda dari tempat meminjam uang yang lain.
3. Koperasi Produksi
Bidang usahanya adalah membantu penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, membantu memproduksi jenis barang tertentu serta membantu menjual dan memasarkannya hasil produksi tersebut. Sebaiknya anggotanya terdiri atas unit produksi yang sejenis. Semakin banyak jumlah penyediaan barang maupun penjualan barang maka semakin kuat daya tawar terhadap suplier dan pembeli.
** Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja
1. Koperasi Primer
Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.
2. Koperasi Sekunder
Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer.
Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :
a. koperasi pusat - adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer
b. gabungan koperasi - adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
c. induk koperasi - adalah koperasi yang minimum anggotanya.
** Koperasi Berdasarkan Keanggotaannya
a. Koperasi Unit Desa (KUD)
Koperasi Unit Desa adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan.. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha ekonomi pedesaan, terutama pertanian. Untuk itu, kegiatan yang dilakukan KUD antara lain menyediakan pupuk, obat pemberantas hama tanaman, benih, alat pertanian, dan memberi penyuluhan teknis pertanian.
b. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)
Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Sebelum KPRI, koperasi ini bernama Koperasi Pegawai Negeri (KPN). KPRI bertujuan terutama meningkatkan kesejateraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan di lingkup departemen atau instansi.
c. Koperasi Sekolah
Koperasi Sekolah meiliki anggota dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan warga sekolah, seperti buku pelajaran, alat tulis, makanan, dan lain-lain. Keberadaan koperasi sekolah bukan semata-mata sebagai kegiatan ekonomi, melainkan sebagai media pendidikan bagi siswa antara lain berorganisasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kejujuran.
ref :http://jeniskoperasi.blogspot.com/ dan wikipedia.com
Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan).
** Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan jenis usahanya:
- a. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
KSP adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung (menyimpan) akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota. Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota.”
b. Koperasi Serba Usaha (KSU)
KSU adalah koperasi yang bidang usahanya bermacam-macam. Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit produksi, unit wartel.
c. Koperasi Konsumsi
Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan bahan makanan, pakaian, perabot rumah tangga.
d. Koperasi Produksi
Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi) dan menjual secara bersama-sama. Anggota koperasi ini pada umumnya sudah memiliki usaha dan melalui koperasi para anggota mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.
e. Koperasi Pemasaran Koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk/jasa koperasinya atau anggotanya
f. Koperasi Jasa Koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya.
**Jenis koperasi berdasarkan fungsinya :
1. Koperasi Konsumsi
Koperasi ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan umum sehari-hari para anggotanya. Yang pasti barang kebutuhan yang dijual di koperasi harus lebih murah dibantingkan di tempat lain, karena koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya.
2. Koperasi Jasa
Fungsinya adalah untuk memberikan jasa keuangan dalam bentuk pinjaman kepada para anggotanya. Tentu bunga yang dipatok harus lebih renda dari tempat meminjam uang yang lain.
3. Koperasi Produksi
Bidang usahanya adalah membantu penyediaan bahan baku, penyediaan peralatan produksi, membantu memproduksi jenis barang tertentu serta membantu menjual dan memasarkannya hasil produksi tersebut. Sebaiknya anggotanya terdiri atas unit produksi yang sejenis. Semakin banyak jumlah penyediaan barang maupun penjualan barang maka semakin kuat daya tawar terhadap suplier dan pembeli.
** Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja
1. Koperasi Primer
Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.
2. Koperasi Sekunder
Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer.
Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :
a. koperasi pusat - adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer
b. gabungan koperasi - adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
c. induk koperasi - adalah koperasi yang minimum anggotanya.
** Koperasi Berdasarkan Keanggotaannya
a. Koperasi Unit Desa (KUD)
Koperasi Unit Desa adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan.. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha ekonomi pedesaan, terutama pertanian. Untuk itu, kegiatan yang dilakukan KUD antara lain menyediakan pupuk, obat pemberantas hama tanaman, benih, alat pertanian, dan memberi penyuluhan teknis pertanian.
b. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)
Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Sebelum KPRI, koperasi ini bernama Koperasi Pegawai Negeri (KPN). KPRI bertujuan terutama meningkatkan kesejateraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan di lingkup departemen atau instansi.
c. Koperasi Sekolah
Koperasi Sekolah meiliki anggota dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan warga sekolah, seperti buku pelajaran, alat tulis, makanan, dan lain-lain. Keberadaan koperasi sekolah bukan semata-mata sebagai kegiatan ekonomi, melainkan sebagai media pendidikan bagi siswa antara lain berorganisasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kejujuran.
ref :http://jeniskoperasi.blogspot.com/ dan wikipedia.com
Senin, 22 November 2010
permodalan koperasi
Permodalan koperasi
.KEDUDUKAN MODAL DALAM KOPERASI
Anggota koperasi sebagai kumpulan orang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi melalui usaha koperasi, dengan pengertian anggota sebagai pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi (UU Pasal 17). Koperasi adalah perusahaan yang berorientasi kepada pengguna jasa atau user oriented firm (UOF). Koperasi bukan kumpulan modal atau perusahaan yang berorientasi kepada investor atau investor oriented firm (IOF). Modal merupakan unsur penting dalam menjalankan usaha, tetapi jika koperasi mengandalkan kekuatan modal seperti pesaingnya, maka koperasi tidak akan mampu menandinginya. Jika koperasi menggunakan cara lawannya, maka koperasi akan menghadapi pergulatan tanpa akhir (never ending struggle) untuk memiliki modal yang mencukupi. Modal utama koperasi adalah orang atau anggotanya yang bersedia menyatukan usahanya melalui kegiatan koperasi.
Cara paling konvensional yang dianut koperasi dalam berusaha adalah pooling, yaitu pembelian atau penjualan bersama. Pembelian bersama dilakukan oleh koperasi konsumen yang anggotanya memerlukan barang konsumsi. Sedang penjualan bersama diperlukan oleh koperasi produsen yang anggotanya memerlukan penjualan barang yang diproduksi dan atau pembelian bersama sarana produksi. Meskipun modal tetap diperlukan, tetapi dengan pooling kebutuhan modal dapat ditekan serendah mungkin (minimized), karena tidak ada transaksi jual-beli antara koperasi dengan anggotanya. Koperasi memperoleh komisi pembelian atau penjualan bersama, yang berarti koperasi bekerja atas dasar anggaran atau operation at cost. Dalam hal ini bukan perhitungan untung-rugi yang digunakan, tetapi SHU atau surplus akibat efisiensi. Contoh pooling yang sampai sekarang tetap berjalan adalah penjualan susu (milk) yang dilakukan oleh koperasi di lingkungan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) kepada Industri Pengolahan Susu (IPS), dan penjualan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit oleh koperasi sawit kepada industri pengolahan minyak. Cara pooling memberikan alasan yang paling kuat bagi koperasi untuk memperoleh keringanan pajak penghasilan (income tax), karena tidak ada transaksi jual-beli antara koperasi dengan anggota
Masalah biasanya muncul ketika koperasi memasuki proses bisnis yang lebih rumit seperti bergerak dalam usaha pengolahan atau manufaktur, sehingga cara pooling menjadi kurang praktis. Pengumpulan bahan baku dari anggota dilakukan berdasar transaksi jual-beli, Perhitungannya berdasar untung-rugi dengan perolehan keuntungan (laba) dan bukan surplus, Dalam cara ini insentif kepada anggota tetap dapat diberikan melalui harga pembelian yang tinggi sesuai perhitungan harga jual produk akhir (active price policy) disamping pembagian keuntungan setiap tahun (deviden).
Disamping itu, usaha koperasi lain yang berkaitan dengan pemupukan modal anggota adalah kegiatan simpan pinjam yang dilakukan oleh KSP atau credit unions.
KEBUTUHAN MODAL KOPERASI
Koperasi ataupun perusahaan pada umumnya memerlukan modal dalam jumlah dan peristiwa tertentu sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usahanya, yaitu (1) pada waktu didirikan dan hendak memulai usaha koperasi memerlukan modal dalam jumlah minimum tertentu, (2) pada waktu melakukan perluasan usaha memerlukan tambahan modal, dan (3) pada waktu mengalami kesulitan yang hanya dapat diatasi dengan menambah modal. Perusahaan pada umumnya memiliki mekanisme untuk mengatasi permodalan dengan saham, yaitu ada ketentuan tentang minimu,m modal saat didirikan dalam bentuk modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor. Mekanisme penambahan modal dilakukan dengan mengeluarkan saham baru.
Mekanisme dan cara penghimpunan modal pada koperasi tidak sama dengan cara penghimpunan modal pada perusahaan secara umum. Pada koperasi ketentuan yang mengharuskan adanya minimum modal pada waktu didirikan tidak ada, kecuali untuk KSP dan Unit Simpan Pinjam (USP). Adanya ketentuan seperti itu tidak menggembirakan dan banyak ditentang oleh kalangan KSP dan USP, .karena dianggap memberatkan. Kebiasaan penghimpunan simpanan berangsur secara berkala menyulitkan mekanisme penambahan modal yang diperlukan pada waktu tertentu. Simpanan pokok merupakan syarat keanggotaan yang dibayar waktu masuk menjadi anggota, yang umumnya dalam jumlah kecil. Simpanan wajfb dibayar secara berkala, bulanan atau musiman, memakan waktu lama untuk mencapai jumlah tertentu. Selain itu juga disebabkan karena umumnya anggota koperasi tidak mempunyai kemampuan untuk menyimpan dalam jumlah yang besar. Penambahan modal untuk keperluan perluasan usaha sulit dilakukan. Salah satu contoh kesulitan koperasi untuk menambah modal untuk menyelesaikan kesulitan yang hanya dapat dilakukan dengan penambahan modal adalah Bank Bukopin ketika masih berstatus badan hukum koperasi. Beberapa waktu yang lalu Bank Bukopin mengalami kesulitan dalam usahanya, dan bisa bangkrut jika tidak ditambah modal. Anggota tidak mampu menambah modal, sedang tambahan modal dari bukan anggota tidak dimungkinkan dalam bentuk simpanan. Karena alternatif yang dipilih adalah Bank Bukopin harus tetap hidup, maka diubah badan hukumnya menjadi perseroan terbatas (PT), yang memungkinkan pihak lain dapat membeli saham. Prosentasi saham milik koperasi menjadi sangat kecil. Kini kalangan koperasi tidak suka dengan perubahan badan hukum Bank Bukopin dan ingin mengembalikan menjadi berstatus badan hukum koperasi, jika dimungkinkan.
Permodalan di indonesia adalah uu No. 25/992 pasal 41, bab vii tentang perkoperasian modal koperasi terdiri dari:
- Modal sendiri : - Modal pinjaman atau dari luar:
- Simpanan pokok - Anggota
- Simpanan wajib -Koperasi lainnya
- dana cadangan -bank & Lembaga keuangan
- Donasi atau hibah -Sumber lain yang sah
Ref: http://www.smecda.com
.KEDUDUKAN MODAL DALAM KOPERASI
Anggota koperasi sebagai kumpulan orang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi melalui usaha koperasi, dengan pengertian anggota sebagai pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi (UU Pasal 17). Koperasi adalah perusahaan yang berorientasi kepada pengguna jasa atau user oriented firm (UOF). Koperasi bukan kumpulan modal atau perusahaan yang berorientasi kepada investor atau investor oriented firm (IOF). Modal merupakan unsur penting dalam menjalankan usaha, tetapi jika koperasi mengandalkan kekuatan modal seperti pesaingnya, maka koperasi tidak akan mampu menandinginya. Jika koperasi menggunakan cara lawannya, maka koperasi akan menghadapi pergulatan tanpa akhir (never ending struggle) untuk memiliki modal yang mencukupi. Modal utama koperasi adalah orang atau anggotanya yang bersedia menyatukan usahanya melalui kegiatan koperasi.
Cara paling konvensional yang dianut koperasi dalam berusaha adalah pooling, yaitu pembelian atau penjualan bersama. Pembelian bersama dilakukan oleh koperasi konsumen yang anggotanya memerlukan barang konsumsi. Sedang penjualan bersama diperlukan oleh koperasi produsen yang anggotanya memerlukan penjualan barang yang diproduksi dan atau pembelian bersama sarana produksi. Meskipun modal tetap diperlukan, tetapi dengan pooling kebutuhan modal dapat ditekan serendah mungkin (minimized), karena tidak ada transaksi jual-beli antara koperasi dengan anggotanya. Koperasi memperoleh komisi pembelian atau penjualan bersama, yang berarti koperasi bekerja atas dasar anggaran atau operation at cost. Dalam hal ini bukan perhitungan untung-rugi yang digunakan, tetapi SHU atau surplus akibat efisiensi. Contoh pooling yang sampai sekarang tetap berjalan adalah penjualan susu (milk) yang dilakukan oleh koperasi di lingkungan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) kepada Industri Pengolahan Susu (IPS), dan penjualan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit oleh koperasi sawit kepada industri pengolahan minyak. Cara pooling memberikan alasan yang paling kuat bagi koperasi untuk memperoleh keringanan pajak penghasilan (income tax), karena tidak ada transaksi jual-beli antara koperasi dengan anggota
Masalah biasanya muncul ketika koperasi memasuki proses bisnis yang lebih rumit seperti bergerak dalam usaha pengolahan atau manufaktur, sehingga cara pooling menjadi kurang praktis. Pengumpulan bahan baku dari anggota dilakukan berdasar transaksi jual-beli, Perhitungannya berdasar untung-rugi dengan perolehan keuntungan (laba) dan bukan surplus, Dalam cara ini insentif kepada anggota tetap dapat diberikan melalui harga pembelian yang tinggi sesuai perhitungan harga jual produk akhir (active price policy) disamping pembagian keuntungan setiap tahun (deviden).
Disamping itu, usaha koperasi lain yang berkaitan dengan pemupukan modal anggota adalah kegiatan simpan pinjam yang dilakukan oleh KSP atau credit unions.
KEBUTUHAN MODAL KOPERASI
Koperasi ataupun perusahaan pada umumnya memerlukan modal dalam jumlah dan peristiwa tertentu sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usahanya, yaitu (1) pada waktu didirikan dan hendak memulai usaha koperasi memerlukan modal dalam jumlah minimum tertentu, (2) pada waktu melakukan perluasan usaha memerlukan tambahan modal, dan (3) pada waktu mengalami kesulitan yang hanya dapat diatasi dengan menambah modal. Perusahaan pada umumnya memiliki mekanisme untuk mengatasi permodalan dengan saham, yaitu ada ketentuan tentang minimu,m modal saat didirikan dalam bentuk modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor. Mekanisme penambahan modal dilakukan dengan mengeluarkan saham baru.
Mekanisme dan cara penghimpunan modal pada koperasi tidak sama dengan cara penghimpunan modal pada perusahaan secara umum. Pada koperasi ketentuan yang mengharuskan adanya minimum modal pada waktu didirikan tidak ada, kecuali untuk KSP dan Unit Simpan Pinjam (USP). Adanya ketentuan seperti itu tidak menggembirakan dan banyak ditentang oleh kalangan KSP dan USP, .karena dianggap memberatkan. Kebiasaan penghimpunan simpanan berangsur secara berkala menyulitkan mekanisme penambahan modal yang diperlukan pada waktu tertentu. Simpanan pokok merupakan syarat keanggotaan yang dibayar waktu masuk menjadi anggota, yang umumnya dalam jumlah kecil. Simpanan wajfb dibayar secara berkala, bulanan atau musiman, memakan waktu lama untuk mencapai jumlah tertentu. Selain itu juga disebabkan karena umumnya anggota koperasi tidak mempunyai kemampuan untuk menyimpan dalam jumlah yang besar. Penambahan modal untuk keperluan perluasan usaha sulit dilakukan. Salah satu contoh kesulitan koperasi untuk menambah modal untuk menyelesaikan kesulitan yang hanya dapat dilakukan dengan penambahan modal adalah Bank Bukopin ketika masih berstatus badan hukum koperasi. Beberapa waktu yang lalu Bank Bukopin mengalami kesulitan dalam usahanya, dan bisa bangkrut jika tidak ditambah modal. Anggota tidak mampu menambah modal, sedang tambahan modal dari bukan anggota tidak dimungkinkan dalam bentuk simpanan. Karena alternatif yang dipilih adalah Bank Bukopin harus tetap hidup, maka diubah badan hukumnya menjadi perseroan terbatas (PT), yang memungkinkan pihak lain dapat membeli saham. Prosentasi saham milik koperasi menjadi sangat kecil. Kini kalangan koperasi tidak suka dengan perubahan badan hukum Bank Bukopin dan ingin mengembalikan menjadi berstatus badan hukum koperasi, jika dimungkinkan.
Permodalan di indonesia adalah uu No. 25/992 pasal 41, bab vii tentang perkoperasian modal koperasi terdiri dari:
- Modal sendiri : - Modal pinjaman atau dari luar:
- Simpanan pokok - Anggota
- Simpanan wajib -Koperasi lainnya
- dana cadangan -bank & Lembaga keuangan
- Donasi atau hibah -Sumber lain yang sah
Ref: http://www.smecda.com
manajemen koperasi
MANAJEMEN KOPERASI
James A.F Stoner mendefinisikan organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Dengan demikian Manajemen Koperasi dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.
Untuk mencapai tujuan Koperasi, perlu diperhatikan adanya sistim Manajemen yang baik, agar tujuannya berhasil, yaitu dengan diterapkannya fungsi-fungsi Manajemen.
Fungsi-fungsi Manajemen menurut G Terry :
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Actuating (Penggerakan untuk bekerja)
d. Controlling (Pengawasan/Pengendalian)
Rapat Anggota
Rapat anggota merupakan suatu wadah dari para anggota koperasi yang diorganisasikan oleh pengurus koperasi, untuk membicarakan kepentingan organisasi maupun usaha koperasi, dalam rangka mengambil suatu keputusan dengan suara terbanyak dari para anggota yang hadir. Pelaksanaan Rapat Anggota ini biasanya diatur dalam anggaran dasar koperasi, baik mengenai waktu pelaksanaannya maupun menyangkut jumlah anggota minimal yang hadir.
Menurut TNP3K, Rapat Anggota dalam koperasi merupakan suatu lembaga/institusi, bukan sekedar sebagai forum rapat. Rapat anggota adalah salah satu perangkat organisasi koperasi dan karenanya merupakan suatu lembaga struktural organisai koperasi.
Segala keputusan yang dikeluarkan rapat anggota sebagai lembaga struktural organisasi koperasi mempunyai kekuatan hukum, karena merupakan hasil dari suara terbanyak pemilik koperasi. Di samping itu, setiap anggota koperasi mempunyai hak suara yang sama sesuai dengan prinsip koperasi yang menyatakan bahwa, koperasi sdalah merupakan kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Karena itu, keanggotaan suatu koperasi ditandai dengan dibayarnya simpanan pokok dan simpanan tersebut sama jumlahnya bagi setiap anggota. Hal ini dimaksud juga ditegaskan pada pasal 22 UU No. 25 Tahun 1992 tentang peroperasian sbb:
a. Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
b. Rapat anggota dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diatur dalam anggaran dasar.
Pengurus Koperasi
Pengurus koperasi adalah orang-orang yang dipilih untuk masa jabatan paling lama lima tahun sesuai dengan anggaran koperasi. Sepertiga anggota pengurus koperasi dapat dipilih dari orang-orang yang bukan anggota koperasi, sedangkan sisanya sebesar dua pertiga adalah harus benar-benar berasal dari anggota koprasi.
Pengurus koperasi memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjalankan dan melaksanakan segala hal yang tercantum dalam keputusan anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan rapat anggota. Pengurus koprasi bertanggung jawab langsung kepada rapat anggota.
Pasal 30 merinci tugas dan wewenang pengurus koperasi:
* Pengurus bertugas
- Mengelolah koperasi dan usahanya.
- Mengajukan rancanagn rencana kerja serta anggaran pendapatan dan belanja koperasi.
- Menyelenggarakan rapat anggota.
- Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
- Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertip
* Pengurus berwenang
- Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengedilan.
- Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggotasesuai ketentuan dasar.
- Melakukan tidakan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi.
Tata Kerja Manajer :
a) Manajer dapat menghadiri Rapat Anggota, Rapat Pengurus dan Rapat Gabungan,
b) Manajer membantu Sekretaris dalam menyiapkan bahan-bahan yang dibahas dalam Rapat,
c) Manajer membantu mencatat seluruh keputusan atau kebijaksanaan yang diambil dalam rapat dan merahasiakannya,
d) Manajer mengatur pelaksanaan kegiatan usaha operasional atas keputusan yang telah ditetapkan dalam rapat,
e) Manajer melaporkan seluruh pelaksanaan tugas kepada Pengurus,
f) Manajer bertanggungjawab atas seluruh pelaksanaan tugas.
James A.F Stoner mendefinisikan organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Dengan demikian Manajemen Koperasi dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.
Untuk mencapai tujuan Koperasi, perlu diperhatikan adanya sistim Manajemen yang baik, agar tujuannya berhasil, yaitu dengan diterapkannya fungsi-fungsi Manajemen.
Fungsi-fungsi Manajemen menurut G Terry :
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Actuating (Penggerakan untuk bekerja)
d. Controlling (Pengawasan/Pengendalian)
Rapat Anggota
Rapat anggota merupakan suatu wadah dari para anggota koperasi yang diorganisasikan oleh pengurus koperasi, untuk membicarakan kepentingan organisasi maupun usaha koperasi, dalam rangka mengambil suatu keputusan dengan suara terbanyak dari para anggota yang hadir. Pelaksanaan Rapat Anggota ini biasanya diatur dalam anggaran dasar koperasi, baik mengenai waktu pelaksanaannya maupun menyangkut jumlah anggota minimal yang hadir.
Menurut TNP3K, Rapat Anggota dalam koperasi merupakan suatu lembaga/institusi, bukan sekedar sebagai forum rapat. Rapat anggota adalah salah satu perangkat organisasi koperasi dan karenanya merupakan suatu lembaga struktural organisai koperasi.
Segala keputusan yang dikeluarkan rapat anggota sebagai lembaga struktural organisasi koperasi mempunyai kekuatan hukum, karena merupakan hasil dari suara terbanyak pemilik koperasi. Di samping itu, setiap anggota koperasi mempunyai hak suara yang sama sesuai dengan prinsip koperasi yang menyatakan bahwa, koperasi sdalah merupakan kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Karena itu, keanggotaan suatu koperasi ditandai dengan dibayarnya simpanan pokok dan simpanan tersebut sama jumlahnya bagi setiap anggota. Hal ini dimaksud juga ditegaskan pada pasal 22 UU No. 25 Tahun 1992 tentang peroperasian sbb:
a. Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
b. Rapat anggota dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diatur dalam anggaran dasar.
Pengurus Koperasi
Pengurus koperasi adalah orang-orang yang dipilih untuk masa jabatan paling lama lima tahun sesuai dengan anggaran koperasi. Sepertiga anggota pengurus koperasi dapat dipilih dari orang-orang yang bukan anggota koperasi, sedangkan sisanya sebesar dua pertiga adalah harus benar-benar berasal dari anggota koprasi.
Pengurus koperasi memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjalankan dan melaksanakan segala hal yang tercantum dalam keputusan anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan rapat anggota. Pengurus koprasi bertanggung jawab langsung kepada rapat anggota.
Pasal 30 merinci tugas dan wewenang pengurus koperasi:
* Pengurus bertugas
- Mengelolah koperasi dan usahanya.
- Mengajukan rancanagn rencana kerja serta anggaran pendapatan dan belanja koperasi.
- Menyelenggarakan rapat anggota.
- Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
- Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertip
* Pengurus berwenang
- Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengedilan.
- Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggotasesuai ketentuan dasar.
- Melakukan tidakan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi.
Tata Kerja Manajer :
a) Manajer dapat menghadiri Rapat Anggota, Rapat Pengurus dan Rapat Gabungan,
b) Manajer membantu Sekretaris dalam menyiapkan bahan-bahan yang dibahas dalam Rapat,
c) Manajer membantu mencatat seluruh keputusan atau kebijaksanaan yang diambil dalam rapat dan merahasiakannya,
d) Manajer mengatur pelaksanaan kegiatan usaha operasional atas keputusan yang telah ditetapkan dalam rapat,
e) Manajer melaporkan seluruh pelaksanaan tugas kepada Pengurus,
f) Manajer bertanggungjawab atas seluruh pelaksanaan tugas.
"SHU KOPERASI"
SISA HASIL USAHA KOPERASI
Di tinjau dari aspek ekonomi manajerial, Sisa hasil Usaha (SHU) Koperasi adalah : selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue) dengan biaya atau biaya total (total cost) dalam satu tahun buku.
A. pengertian SHU dari aspek legalistik, menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:
1. SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
2. SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
3. besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
Pengertian diatas harus dipahami bahwa SHU bukan deviden seperti PT tetapi keuntungan usaha yang dibagi sesuai dengan aktifitas ekonomi angoota koperasi, maka besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi. Artinya, semakin besar transaksi(usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima. Hal ini berbeda dengan perusahaan swasta, dimana dividen yang diperoleh pemilik saham adalah proporsional, sesuai besarnya modal yang dimiliki. Hal ini merupakan salah satu pembeda koperasi dengan badan usaha lainnya.
Penghitungan SHU bagian anggota dapat dilakukan apabila beberapa informasi dasar diketahui sebagai berikut:
1. SHU total kopersi pada satu tahun buku
2. bagian (persentase) SHU anggota
3. total simpanan seluruh anggota
4. total seluruh transaksi usaha ( volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
5. jumlah simpanan per anggota
6. omzet atau volume usaha per anggota
7. bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
8. bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.
B. Pembagian SHU dan Cara Memperolehnya
Penghitungan SHU bagian anggota dapat dilakukan apabila beberapa informasi dasar diketahui sebagai berikut:
1. SHU total koperasi pada satu tahun buku
SHU total koperasi adalah sisa hsil usaha yang terdapat pada neraca atau laporan laba rugi koperasi setelah pajak (profit after tax). Informasi ini dieroleh dari neraca ataupun laporan laba-rugi koperasi.
2. bagian (persentase) SHU anggota
3. total simpanan seluruh anggota
Partisipasi modal adalah kontribusi anggota dalam memberi modal koperasinya, yaitu dalam bentuk simpanan pokok, dimpana wajib, simpanan usaha, dan simpanan lainya. Data ini didapat dari buku simpanan anggota.
4. total seluruh transaksi usaha ( volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
Transaksi anggota adalah kegiatan ekonomi (jual-beli barang atau jasa), antara anggota terhadap koperasinya. Dalam hal ini posisi anggota adalah sebagai pemakai ataupun pelanggan koperasi. Informasi ini diperoleh dari pembukuan (buku penjualan dan pembelian) koperasi ataupun dari buku transaksi usaha anggota.
Omzet atau volume usaha adalah total nilai penjualan atau penerimaan dari barang dan atau jasa pada suatu periode waktu tertentu tahun buku yang bersangkutan.
5. jumlah simpanan per anggota
6. omzet atau volume usaha per anggota
7. bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
Bagian (pesentase) SHU untuk simpanan anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota, yang ditujukan untuk jasa modal anggota.
8. bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.
Acuan dasar untuk membagi SHU adalah prisip-prinsip dasar koperasi yang menyebutkan bahwa, pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. Untuk koperasi Indonesia, dasar hukumnya adalah pasal 5, ayat 1; UU no. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian yang dalam penjelasannya menyatakan bahwa, ” pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seorang dalam koperasi,m tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
Dengan demikian, SHU koperasi yang diterima oleh anggota bersumber dari dua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota sendiri, yaitu:
1. SHU atas jasa modal
Pembagian ini juga sekaligus mencerminkan anggota sebagai pemilik ataupun investor, karena jasa atas modalnya (simpanan) tetap diterima oleh koperasinya sepanjang koperasi terssebut menghasilkan SHU pada tahun buku yang bersangkutan.
2. SHU atas jasa usaha
Jasa ini menegaskan bahwa anggota koperasi selain pemilik juga sebagai pemakai atau pelanggan.
Secara umum SHU koperasi dibagi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pada anggaran dasar / anggaran rumah tangga koperasi sebagai berikut.
٠ Cadangan koperasi
٠ Jasa anggota
٠ Dana pengurus
٠ Dana karyawan
٠ Dana pendidikan
٠ Dana sosial
٠ Dana untuk pembanguna lingkungan.
Tentunya tidak semua komponen diatas harus diadopsi koperasi dalam membagi SHU nya. Hal ini sangat tergantung pada keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.
Prinsip-prinsip pembagian SHU Koperasi
Telah di uraikan pada perinsip koperasi bahwa anggota berfungsi ganda, yaitu sebagai pemilik (owner) dan sekaligus pelanggan (costumer)
Sebagai pemilik seorang anggota berkewajiban melakukan investasi. Di sisi lain seorang anggota berkewajiabn berpartisipasi dalam setiap transaksi bisnis di koperasi.
Agar terjamin asas keadilan demokrasi, transparasi dan sesuai denagn prinsip-prinsip koperasi maka perlu di perhatikan prinsip-prinsip pembagian SHU sebagai berikut :
1). SHU yang di bagi adalah yang bersumber dari anggota.
Adalah yang bersumber dari anggota sendiri, sedangkan SHU yang bukan berasal dari hasil transaksi dari anggota pada dasrnya tidak di bagi kepada anggota, melainkan sebagai cadanagn koperasi.
2). SHU Anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang di lakukan aggota sendiri.
Merupakan intensif dari modal yang di infestasikannya dari hasil transaksi yang di alkukan denagn koperasi.
Dari SHU koperasi harus di tetapkan derapa persentasi untuk jasa modal misalkan 3% dan sisanya sebesar 7% untuk transaksi usaha.dan apabila simpanan buakn dari donasi ataupun dana cadanagn), maka SHU bagian anggota disarankan di perbesar tapi tidak melebihi 5%.
3). Pembagian SHU Anggota di laksanakan transparan
prinsip ini di lakukan guna membangun suatu kebersamaan kepemilikan terhadap suatu badan usaha,dan pendidikan dalam proses demokrasi.
4). SHU ANggota di bayar secara tunai
Harus di bayarkan secara tunai karena demikian koperasi membuktikan dirinya sebagai badan usaha yang sehat kepada anggota dan masyarakat mitra bisnisnya.
Maka Langkah-langkah pembagian SHU KOPERASI adalah sebagai berikut:
1. Di RAT ditentukan berapa persentasi SHU KOPERASI yang dibagikan untuk aktivitas ekonomi (transaksi anggota) dan berapa prosentase untuk SHU KOPERASI modal usaha (simpanan anggota) prosentase ini tidak dimasukan kedalam AD/ART karena perbandingan antara keduanya sangat mudah berubah tergantung posisi keuangan dan dominasi pengaruh atas usaha koperasi, maka harus diputuskan setiap tahun . Biasanya prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi ( Y) adalah 70% dan prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Modal Usaha adalah 30%. Jika demikian maka sesuai contoh diatas
Y=70%xRp.2.000.000,- = Rp. 1.400.000,-
X=30%xRp.2.000.000,- = Rp. 600.000,-
2. Hitung Total transaksi tiap anggota, total simpanan tiap anggota dan total transaksi seluruh anggota serta total simpanan seluruh anggota. Sebagi contoh kita akan menghitung SHU KOPERASI Gusbud. Dari data transaksi anggota diketahui Gusbud bertransaksi sebesar Rp. 100.000,- dengan simpanan Rp. 50.000,- sedangkan total transaksi seluruh anggota adalah Rp.20.000.000,- dengan total simpanan anggota adalah Rp.3.000.000,-
Maka
SHU KOPERASIAE Gusbud = Rp. 100.000,-/ Rp.20.000.000,- *( Rp. 1.400.000,-)
= Rp. 7000,-
SHU KOPERASIMU Gusbud = Rp. 50.000,- / Rp.3.000.000,- *(Rp. 600.000,-)
= Rp.10.000,-
Ref: http://manajemen-koperasi.blogspot.com dan DRs. Arifin Sitio,Homoloa tamba, " Koperasi Teori dan praktis,2001
Di tinjau dari aspek ekonomi manajerial, Sisa hasil Usaha (SHU) Koperasi adalah : selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue) dengan biaya atau biaya total (total cost) dalam satu tahun buku.
A. pengertian SHU dari aspek legalistik, menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:
1. SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
2. SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
3. besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
Pengertian diatas harus dipahami bahwa SHU bukan deviden seperti PT tetapi keuntungan usaha yang dibagi sesuai dengan aktifitas ekonomi angoota koperasi, maka besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi. Artinya, semakin besar transaksi(usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima. Hal ini berbeda dengan perusahaan swasta, dimana dividen yang diperoleh pemilik saham adalah proporsional, sesuai besarnya modal yang dimiliki. Hal ini merupakan salah satu pembeda koperasi dengan badan usaha lainnya.
Penghitungan SHU bagian anggota dapat dilakukan apabila beberapa informasi dasar diketahui sebagai berikut:
1. SHU total kopersi pada satu tahun buku
2. bagian (persentase) SHU anggota
3. total simpanan seluruh anggota
4. total seluruh transaksi usaha ( volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
5. jumlah simpanan per anggota
6. omzet atau volume usaha per anggota
7. bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
8. bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.
B. Pembagian SHU dan Cara Memperolehnya
Penghitungan SHU bagian anggota dapat dilakukan apabila beberapa informasi dasar diketahui sebagai berikut:
1. SHU total koperasi pada satu tahun buku
SHU total koperasi adalah sisa hsil usaha yang terdapat pada neraca atau laporan laba rugi koperasi setelah pajak (profit after tax). Informasi ini dieroleh dari neraca ataupun laporan laba-rugi koperasi.
2. bagian (persentase) SHU anggota
3. total simpanan seluruh anggota
Partisipasi modal adalah kontribusi anggota dalam memberi modal koperasinya, yaitu dalam bentuk simpanan pokok, dimpana wajib, simpanan usaha, dan simpanan lainya. Data ini didapat dari buku simpanan anggota.
4. total seluruh transaksi usaha ( volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
Transaksi anggota adalah kegiatan ekonomi (jual-beli barang atau jasa), antara anggota terhadap koperasinya. Dalam hal ini posisi anggota adalah sebagai pemakai ataupun pelanggan koperasi. Informasi ini diperoleh dari pembukuan (buku penjualan dan pembelian) koperasi ataupun dari buku transaksi usaha anggota.
Omzet atau volume usaha adalah total nilai penjualan atau penerimaan dari barang dan atau jasa pada suatu periode waktu tertentu tahun buku yang bersangkutan.
5. jumlah simpanan per anggota
6. omzet atau volume usaha per anggota
7. bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
Bagian (pesentase) SHU untuk simpanan anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota, yang ditujukan untuk jasa modal anggota.
8. bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.
Acuan dasar untuk membagi SHU adalah prisip-prinsip dasar koperasi yang menyebutkan bahwa, pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. Untuk koperasi Indonesia, dasar hukumnya adalah pasal 5, ayat 1; UU no. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian yang dalam penjelasannya menyatakan bahwa, ” pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seorang dalam koperasi,m tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
Dengan demikian, SHU koperasi yang diterima oleh anggota bersumber dari dua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota sendiri, yaitu:
1. SHU atas jasa modal
Pembagian ini juga sekaligus mencerminkan anggota sebagai pemilik ataupun investor, karena jasa atas modalnya (simpanan) tetap diterima oleh koperasinya sepanjang koperasi terssebut menghasilkan SHU pada tahun buku yang bersangkutan.
2. SHU atas jasa usaha
Jasa ini menegaskan bahwa anggota koperasi selain pemilik juga sebagai pemakai atau pelanggan.
Secara umum SHU koperasi dibagi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pada anggaran dasar / anggaran rumah tangga koperasi sebagai berikut.
٠ Cadangan koperasi
٠ Jasa anggota
٠ Dana pengurus
٠ Dana karyawan
٠ Dana pendidikan
٠ Dana sosial
٠ Dana untuk pembanguna lingkungan.
Tentunya tidak semua komponen diatas harus diadopsi koperasi dalam membagi SHU nya. Hal ini sangat tergantung pada keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.
Prinsip-prinsip pembagian SHU Koperasi
Telah di uraikan pada perinsip koperasi bahwa anggota berfungsi ganda, yaitu sebagai pemilik (owner) dan sekaligus pelanggan (costumer)
Sebagai pemilik seorang anggota berkewajiban melakukan investasi. Di sisi lain seorang anggota berkewajiabn berpartisipasi dalam setiap transaksi bisnis di koperasi.
Agar terjamin asas keadilan demokrasi, transparasi dan sesuai denagn prinsip-prinsip koperasi maka perlu di perhatikan prinsip-prinsip pembagian SHU sebagai berikut :
1). SHU yang di bagi adalah yang bersumber dari anggota.
Adalah yang bersumber dari anggota sendiri, sedangkan SHU yang bukan berasal dari hasil transaksi dari anggota pada dasrnya tidak di bagi kepada anggota, melainkan sebagai cadanagn koperasi.
2). SHU Anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang di lakukan aggota sendiri.
Merupakan intensif dari modal yang di infestasikannya dari hasil transaksi yang di alkukan denagn koperasi.
Dari SHU koperasi harus di tetapkan derapa persentasi untuk jasa modal misalkan 3% dan sisanya sebesar 7% untuk transaksi usaha.dan apabila simpanan buakn dari donasi ataupun dana cadanagn), maka SHU bagian anggota disarankan di perbesar tapi tidak melebihi 5%.
3). Pembagian SHU Anggota di laksanakan transparan
prinsip ini di lakukan guna membangun suatu kebersamaan kepemilikan terhadap suatu badan usaha,dan pendidikan dalam proses demokrasi.
4). SHU ANggota di bayar secara tunai
Harus di bayarkan secara tunai karena demikian koperasi membuktikan dirinya sebagai badan usaha yang sehat kepada anggota dan masyarakat mitra bisnisnya.
Maka Langkah-langkah pembagian SHU KOPERASI adalah sebagai berikut:
1. Di RAT ditentukan berapa persentasi SHU KOPERASI yang dibagikan untuk aktivitas ekonomi (transaksi anggota) dan berapa prosentase untuk SHU KOPERASI modal usaha (simpanan anggota) prosentase ini tidak dimasukan kedalam AD/ART karena perbandingan antara keduanya sangat mudah berubah tergantung posisi keuangan dan dominasi pengaruh atas usaha koperasi, maka harus diputuskan setiap tahun . Biasanya prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi ( Y) adalah 70% dan prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Modal Usaha adalah 30%. Jika demikian maka sesuai contoh diatas
Y=70%xRp.2.000.000,- = Rp. 1.400.000,-
X=30%xRp.2.000.000,- = Rp. 600.000,-
2. Hitung Total transaksi tiap anggota, total simpanan tiap anggota dan total transaksi seluruh anggota serta total simpanan seluruh anggota. Sebagi contoh kita akan menghitung SHU KOPERASI Gusbud. Dari data transaksi anggota diketahui Gusbud bertransaksi sebesar Rp. 100.000,- dengan simpanan Rp. 50.000,- sedangkan total transaksi seluruh anggota adalah Rp.20.000.000,- dengan total simpanan anggota adalah Rp.3.000.000,-
Maka
SHU KOPERASIAE Gusbud = Rp. 100.000,-/ Rp.20.000.000,- *( Rp. 1.400.000,-)
= Rp. 7000,-
SHU KOPERASIMU Gusbud = Rp. 50.000,- / Rp.3.000.000,- *(Rp. 600.000,-)
= Rp.10.000,-
Ref: http://manajemen-koperasi.blogspot.com dan DRs. Arifin Sitio,Homoloa tamba, " Koperasi Teori dan praktis,2001
Rabu, 10 November 2010
Per. 3 “ ORGANISASI & MANAJEMEN KOPERASI"
Bentuk Organisasi
• Menurut Hanel
Organisasi koperasi di artikan sebagai suatu sistem social ekonomi atau social teknik yang terbukadan beroreantasi pada tujuan. Denagn demikian suatu organisasi koperasi dapat di tinjau dari beberapa kereteria yaitu :
Kreteria Pengertian
- Subtansi : Suatu sistem social
-Hubungan Terhadap lingkungan : Suatu sistem yang terbuka
-Cara kerja : Suatu sistem yang berorientasi pada tujuan
-Pemanfaatan terhadap sumberdaya : Suatu sitem ekonomi
Maka sub-sup sistem organisasi koperasi terdiri dari :
• Anggota koperasi sebagai indifidu yang bertindak sebagai pemilik dan konsumen akhir.
• Anggota koperasi sebagai anggota pengusaha perorangan maupun kelompok ynag memanfaatkan koperasi sebagai pemasok (supplier)
• Koperasi sebagai badan usaha yang melayani anggota koperasi dan masyarakat.
• Menurut Ropke
Ropke mengidentifikasikan cirri-ciri organisasi koperasi sebagai berikut :
- Terdapat sejumlah individu yang bersatu dalam suatu kelompok .
- Terdapat anggota-anggota koperasi yang bergabung dalam kelompok usaha untuk memperbaiki kondisi social ekonomi mereka sendiri.
- Anggota yang bergabung dalam koperasi memanfaatkan koperasi secara bersamaan.
- Koperasi sebagai perusahaan mempunyai tugas untuk menunjang kepentingan para anggota koperasi.
Organisasi koperasi terdiri dari berbagai pihak sebagai berikut :
1. Anggota koperasi
2. Badan usaha koperasi
3. Organisasi koperasi
* Di Indonesia
Secara umum, Stuktur dan tatana manajemen koperasi Indonesia dapat di runut perangkat organisasi koperasi yaitu :
@ Rapat anggota
Menurut TNP3K, Rapat anggota dalam koperasi merupakan suatu lembaga /institusi, bukan sekedar sebagai forum rapat. Rapat anggota adalah salah satu perangkat organisasi koperasi dan merupakan suatu lembaga stuktural organisasi koperasi.
Pasal 23 Undang-undang nomor 25 tahun 1992, rapat anggota menerapkan :
- ANggaran dasar
- Kebijaksanaan umum dibidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi.
- Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawas.
- Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan.
Pengurus
Pengurus adalah perwakilan anggota koperasi yang dipilih melalui rapat anggota, yang bertugas mengelola organisasi dan usaha.
* Pengurus bertugas
• Mengelola koperasi dan usahanya,
• Mengajukan rancangan rencana kerja serta anggaran pendapatan dan belanja koperasi,
• Menyelenggaakan Rapat Anggota,
• Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas,
• Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib dan,
• Memelihara buku daftar anggota dan pengurus.
* Pengurus berwenang
• Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan
• Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar, dan
• Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatkan koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan Rapat Anggota.
Pengawas
Pengawas adalah perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya roda organisasi dan usaha koperasi.
Pengelola
Pengelola Koperasi adalah mereka yang diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus untuk mengembangkan usaha Koperasi secara efisien dan profesional.
IV. POLA MANAJEMEN
Terdapat pembagian tugas atau Job Description pada masing-masing unsur demikian pula setiap unsur manajemen mempunyai lingkup Keputusan / Decision Area yang berbeda, tetapi masih ada lingkup keputusan yang dilakukan secara bersama (Shared Decision Area) adapun lingkup keputusan masing-masing unsur manajemen koperasi
• Menurut Hanel
Organisasi koperasi di artikan sebagai suatu sistem social ekonomi atau social teknik yang terbukadan beroreantasi pada tujuan. Denagn demikian suatu organisasi koperasi dapat di tinjau dari beberapa kereteria yaitu :
Kreteria Pengertian
- Subtansi : Suatu sistem social
-Hubungan Terhadap lingkungan : Suatu sistem yang terbuka
-Cara kerja : Suatu sistem yang berorientasi pada tujuan
-Pemanfaatan terhadap sumberdaya : Suatu sitem ekonomi
Maka sub-sup sistem organisasi koperasi terdiri dari :
• Anggota koperasi sebagai indifidu yang bertindak sebagai pemilik dan konsumen akhir.
• Anggota koperasi sebagai anggota pengusaha perorangan maupun kelompok ynag memanfaatkan koperasi sebagai pemasok (supplier)
• Koperasi sebagai badan usaha yang melayani anggota koperasi dan masyarakat.
• Menurut Ropke
Ropke mengidentifikasikan cirri-ciri organisasi koperasi sebagai berikut :
- Terdapat sejumlah individu yang bersatu dalam suatu kelompok .
- Terdapat anggota-anggota koperasi yang bergabung dalam kelompok usaha untuk memperbaiki kondisi social ekonomi mereka sendiri.
- Anggota yang bergabung dalam koperasi memanfaatkan koperasi secara bersamaan.
- Koperasi sebagai perusahaan mempunyai tugas untuk menunjang kepentingan para anggota koperasi.
Organisasi koperasi terdiri dari berbagai pihak sebagai berikut :
1. Anggota koperasi
2. Badan usaha koperasi
3. Organisasi koperasi
* Di Indonesia
Secara umum, Stuktur dan tatana manajemen koperasi Indonesia dapat di runut perangkat organisasi koperasi yaitu :
@ Rapat anggota
Menurut TNP3K, Rapat anggota dalam koperasi merupakan suatu lembaga /institusi, bukan sekedar sebagai forum rapat. Rapat anggota adalah salah satu perangkat organisasi koperasi dan merupakan suatu lembaga stuktural organisasi koperasi.
Pasal 23 Undang-undang nomor 25 tahun 1992, rapat anggota menerapkan :
- ANggaran dasar
- Kebijaksanaan umum dibidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi.
- Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawas.
- Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan.
Pengurus
Pengurus adalah perwakilan anggota koperasi yang dipilih melalui rapat anggota, yang bertugas mengelola organisasi dan usaha.
* Pengurus bertugas
• Mengelola koperasi dan usahanya,
• Mengajukan rancangan rencana kerja serta anggaran pendapatan dan belanja koperasi,
• Menyelenggaakan Rapat Anggota,
• Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas,
• Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib dan,
• Memelihara buku daftar anggota dan pengurus.
* Pengurus berwenang
• Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan
• Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar, dan
• Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatkan koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan Rapat Anggota.
Pengawas
Pengawas adalah perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya roda organisasi dan usaha koperasi.
Pengelola
Pengelola Koperasi adalah mereka yang diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus untuk mengembangkan usaha Koperasi secara efisien dan profesional.
IV. POLA MANAJEMEN
Terdapat pembagian tugas atau Job Description pada masing-masing unsur demikian pula setiap unsur manajemen mempunyai lingkup Keputusan / Decision Area yang berbeda, tetapi masih ada lingkup keputusan yang dilakukan secara bersama (Shared Decision Area) adapun lingkup keputusan masing-masing unsur manajemen koperasi
Rabu, 20 Oktober 2010
PER.2 "PENGERTIAN & PRINSIP KOPERASI "
** Devinisi koperasi menurut ILO (international Labour Organization)
"Comparative defined as an association of persons usually of limited means, who have voluntarily joined together to achieve a common economic end through the formation of a democratically controlled business organization, making equitable contribution to the capital required and accepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking.
Dalam Devinisi ILO da 6 elemen yang dikandung koperasi sebagai berikut :
# KOperasi adalah perkumpulan orangorang (association of persons )
# Penggabungan orangorang tersebut berdasarkan kesukarelaan (voluntarily joined together)
# Terdapat rujuan ekonomi yang ingin di acapai. (the achieve a commen economic end)
# Koperasi yang bentuk adalah suatu organisasi bisnis (badan usaha) yang di awasi dan di kendalikan secara demokratis (formation of a democratically controlled business organization)]
# Terdapat kontribusi yang adi l terhadap moral yang di butuhkan ( making equitable contribution to the capital required )
# Anggota kopertasi meneriam resiko dan manfaat secara seimbang (accepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking)
** Devinisi chaniago
Arifinal chaniago (1984) mendifinisan koperasi sebagai " suatu perkumpulan yang beranggotakan orangorang atau badan hukum yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, denagn bekerjasama secara kekeluargaan mkenjalankan usaha untuk mempertinggi kesehteraan jasmani pa anggotanya."
** Devinisi Dooren
P.J.V. Dooren mengatakan bahwa, tidak ada satupun devinisi koperasi sebagai berikut : " There is not single definition (for coopertive)which is generally acceptted, but the common princple is that a cooperative union is an association of member, either personal or corporate, which have voluntarily come together in pursuit of a common economic economic objective.
Dimana di sini di jelaskan koperasi tidaklah hanya kumpulan orang-oran, akan tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari badandaban hukum (corporate)
** Definisi hatta
Moh. Hatta. "Bapak koperasi indonesia " ini mendefinisikan koperasi lebih sederhana tetapi jelas, padat, dan ada suatu visi dan misi yang di kandung koperasi. Dia mengatakan, Koperasi adalah " Usaha bersama untuk memperbaiki nasip penghidupan ekonomi bardasarkan tolong-menolong. Semangat tolong menolong tersebut di dorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan seorang buat semua dan semua buat seorang "
** Devinisi Munkner
Koperasi sebagai definisi organisasi tolong menolong yang menjalankan (urusniaga) secara kumpuylan yang besaskan konsep tolong menolong. Aktifitas dalam urusniaga semat-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang di kandung gotong royong".
** Devinisi UU No. 25/1992
" Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakayt, yang berdasarkan atas asas kekeluargaan "
# TUJUAN KOPERASI #
Dalam UU. No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian pasal 3 di sebutkan bahwa, koperasai bertujuAn : "memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan peranan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandasan pancasila dan undang-undang dasar 1945."
Dengan demikian koperasi dalam mencapai tujuannya dapat di ukur dari peningkatan kesejahteraan anggota. Kesejahteraan bermakna sangat luas dan juga bersifat relatif karena ukuran sejahtera bagi seseorang dapat berbeda satu sama yang lain. Manusia pada dasarnya adalah makluk yang tidak perna merasa puas karena itu kesejahteraan akan terus di kejartanpa balas.
#Landasan – landasan Koperasi#
1.Landasan Idiil Koperasi Indonesia
Adalah Dasar atau landasan yang di gunakan dalam usaha untuk mencapai cita-cita koperasi. Organisasi rakyak yang di jamin oleh UUD 1945 guna mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Dan landasan idiil kopersi Indonesia adalah PANCASILA.
2.Landasan structural dan Gerak koperasi Indonesia.
Adalah tempat berpijak koperasi dalam susunan hidup bermasyarakan. Tata kehidupan di dalam suatu Negara di atur dalam Undang-undang dasar. Landasan stukturil Koperasi adalah Undang-undang dasar 1945 sedangkan pasal 33 ayat 1 merupakan landasan gerak koperasi artinya : agar ketentuan-ketentuan yang terperinci tentangkoperasi Indonesia harus berlandaskan dan bertitik tolak dari jiwa pasal 33 ayat 1 Undang-Undang dasar 1945.
3.Landasan mental Koperasi Indonesia
Adalah Setia kawan dan kesadaran pribadi. Sifat yang tercermin dalam bentuk nyata sebagai kegiatan Gotong royong. Kesetia kawanan harus di imbangi dengan kesadaran diri.
# PRINSIP-PRINSIP KOPERASI #
Menurut Dr. Fauguet dalam bukunya “ The Cooperative sector 191, menegaskan ada 4 prinsip koperasi :
1.Adanya ketentuan tentang perbandingan yang berimbang di dalam hasil yang di peroleh atas pemanfaatan jasa jasa oleh setiap pemakai dalam koperasi.
2.adanya ketentuan atau peraturan persaan hak hak antara para anggota.
3.adanya peraturan tentang keanggotaan organisasi yang berdasarkan kesukatrelaan.
4.adanya ketentuan atau peraturan tentang partisipasi dari pihak anggota dalam ketatalaksanan dan usaha koperasi.
Prinsip prinsip koperasi menurut Rochdale :
1.pengawasan oleh anggota secara demokratis.
2.keanggotaan yang terbuka dan sukarela.
3.pembatasan atas bunga.
4.pembagian sisi hasil usaha kepada anggota sebanding dengan pembelian yang di lakukan pada koperasi.
5.penjualan di lakukan sepenuhnya atas dasar tunai.
6.penjkualan hanya atas barabgbarang yang sungguhsungguh bermutu dan tidak di palsukan.
7.menyelenggarakan usaha pendidikan bagi anggota sesuai dengan prinsipprinsip koperasi.netral dalam politik dan agama.
Prinsip prinsip koperasi menurut ICA (Internasional komperative allience)
Ica terlha melakukan usaha untuk merumuskan suatu sendisendi dasar koperasi yang berlaku bagi Negara, usaha yang di lakukan pada tahun 19301934 adalah sebagai berikut :
a.Keanggotaan yang terbuka
b.Pengawasan yang secara demokratis
c.Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota menurut perbandingan dalam usahanya masingmasing menurut partipasinya dengan koperasi.
d.Bunga uang yang terbatas atas uang.
e.Netral dalam lapangan politik dan agama.
f.Tatanegara yang di lakukan di jalankan secara tunai.
g.Menyelenggarakan pendidikan.
Dalam kongres ICA tahun 1948 di praha, menetapkan anggaran dasar bahwa suatu koperasi dapat menjadi anggota lembaga bila mempunya sendisendi :
a.keanggotaan sukarela
b.Pengawasan secara demokratis.
c.Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota menurut perbandingan partisipasi masingmasing anggotadalam transaksitransaksi social dari usaha koperasi itu sendiri.
d.Pembatasan bunga atas modal.
Menurut UU No. 25 tahun 1992 Pasal 5 disebutkan prinsip koperasi, yaitu:
•Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
•Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
•Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota (andil anggota tersebut dalam koperasi).
•Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
•Kemandirian.
•Pendidikan perkoprasian.
•kerjasama antar koperasi.
Sendi-sendi dasar koperasi di Indonesia menurut undang-undang No. 12 1997 pasal :
1.Sifat keanggotaannya suka rela dan terbuka untuk setiap warga Negara Indonesia.
2.Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan demokrasi dalam koperasi.
3.Pembagian sisa hasil usaha di atur menurut jasa masingmasing anggota.
4.Adanya pembatasan bunga atas modal.
5.mengembangkan kesejahteran anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.Usaha dan tatalaksanaannya bersifat terbuka.
6.Swadaya,swakertadan swasembada sebagi pencerminan dari pada prinsip dasar : percaya pada diri sendiri.
ref : DRs. Arifin Sitio,Homoloa tamba, " Koperasi Teori dan praktis,2001.
"Comparative defined as an association of persons usually of limited means, who have voluntarily joined together to achieve a common economic end through the formation of a democratically controlled business organization, making equitable contribution to the capital required and accepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking.
Dalam Devinisi ILO da 6 elemen yang dikandung koperasi sebagai berikut :
# KOperasi adalah perkumpulan orangorang (association of persons )
# Penggabungan orangorang tersebut berdasarkan kesukarelaan (voluntarily joined together)
# Terdapat rujuan ekonomi yang ingin di acapai. (the achieve a commen economic end)
# Koperasi yang bentuk adalah suatu organisasi bisnis (badan usaha) yang di awasi dan di kendalikan secara demokratis (formation of a democratically controlled business organization)]
# Terdapat kontribusi yang adi l terhadap moral yang di butuhkan ( making equitable contribution to the capital required )
# Anggota kopertasi meneriam resiko dan manfaat secara seimbang (accepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking)
** Devinisi chaniago
Arifinal chaniago (1984) mendifinisan koperasi sebagai " suatu perkumpulan yang beranggotakan orangorang atau badan hukum yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, denagn bekerjasama secara kekeluargaan mkenjalankan usaha untuk mempertinggi kesehteraan jasmani pa anggotanya."
** Devinisi Dooren
P.J.V. Dooren mengatakan bahwa, tidak ada satupun devinisi koperasi sebagai berikut : " There is not single definition (for coopertive)which is generally acceptted, but the common princple is that a cooperative union is an association of member, either personal or corporate, which have voluntarily come together in pursuit of a common economic economic objective.
Dimana di sini di jelaskan koperasi tidaklah hanya kumpulan orang-oran, akan tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari badandaban hukum (corporate)
** Definisi hatta
Moh. Hatta. "Bapak koperasi indonesia " ini mendefinisikan koperasi lebih sederhana tetapi jelas, padat, dan ada suatu visi dan misi yang di kandung koperasi. Dia mengatakan, Koperasi adalah " Usaha bersama untuk memperbaiki nasip penghidupan ekonomi bardasarkan tolong-menolong. Semangat tolong menolong tersebut di dorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan seorang buat semua dan semua buat seorang "
** Devinisi Munkner
Koperasi sebagai definisi organisasi tolong menolong yang menjalankan (urusniaga) secara kumpuylan yang besaskan konsep tolong menolong. Aktifitas dalam urusniaga semat-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang di kandung gotong royong".
** Devinisi UU No. 25/1992
" Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakayt, yang berdasarkan atas asas kekeluargaan "
# TUJUAN KOPERASI #
Dalam UU. No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian pasal 3 di sebutkan bahwa, koperasai bertujuAn : "memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan peranan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandasan pancasila dan undang-undang dasar 1945."
Dengan demikian koperasi dalam mencapai tujuannya dapat di ukur dari peningkatan kesejahteraan anggota. Kesejahteraan bermakna sangat luas dan juga bersifat relatif karena ukuran sejahtera bagi seseorang dapat berbeda satu sama yang lain. Manusia pada dasarnya adalah makluk yang tidak perna merasa puas karena itu kesejahteraan akan terus di kejartanpa balas.
#Landasan – landasan Koperasi#
1.Landasan Idiil Koperasi Indonesia
Adalah Dasar atau landasan yang di gunakan dalam usaha untuk mencapai cita-cita koperasi. Organisasi rakyak yang di jamin oleh UUD 1945 guna mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Dan landasan idiil kopersi Indonesia adalah PANCASILA.
2.Landasan structural dan Gerak koperasi Indonesia.
Adalah tempat berpijak koperasi dalam susunan hidup bermasyarakan. Tata kehidupan di dalam suatu Negara di atur dalam Undang-undang dasar. Landasan stukturil Koperasi adalah Undang-undang dasar 1945 sedangkan pasal 33 ayat 1 merupakan landasan gerak koperasi artinya : agar ketentuan-ketentuan yang terperinci tentangkoperasi Indonesia harus berlandaskan dan bertitik tolak dari jiwa pasal 33 ayat 1 Undang-Undang dasar 1945.
3.Landasan mental Koperasi Indonesia
Adalah Setia kawan dan kesadaran pribadi. Sifat yang tercermin dalam bentuk nyata sebagai kegiatan Gotong royong. Kesetia kawanan harus di imbangi dengan kesadaran diri.
# PRINSIP-PRINSIP KOPERASI #
Menurut Dr. Fauguet dalam bukunya “ The Cooperative sector 191, menegaskan ada 4 prinsip koperasi :
1.Adanya ketentuan tentang perbandingan yang berimbang di dalam hasil yang di peroleh atas pemanfaatan jasa jasa oleh setiap pemakai dalam koperasi.
2.adanya ketentuan atau peraturan persaan hak hak antara para anggota.
3.adanya peraturan tentang keanggotaan organisasi yang berdasarkan kesukatrelaan.
4.adanya ketentuan atau peraturan tentang partisipasi dari pihak anggota dalam ketatalaksanan dan usaha koperasi.
Prinsip prinsip koperasi menurut Rochdale :
1.pengawasan oleh anggota secara demokratis.
2.keanggotaan yang terbuka dan sukarela.
3.pembatasan atas bunga.
4.pembagian sisi hasil usaha kepada anggota sebanding dengan pembelian yang di lakukan pada koperasi.
5.penjualan di lakukan sepenuhnya atas dasar tunai.
6.penjkualan hanya atas barabgbarang yang sungguhsungguh bermutu dan tidak di palsukan.
7.menyelenggarakan usaha pendidikan bagi anggota sesuai dengan prinsipprinsip koperasi.netral dalam politik dan agama.
Prinsip prinsip koperasi menurut ICA (Internasional komperative allience)
Ica terlha melakukan usaha untuk merumuskan suatu sendisendi dasar koperasi yang berlaku bagi Negara, usaha yang di lakukan pada tahun 19301934 adalah sebagai berikut :
a.Keanggotaan yang terbuka
b.Pengawasan yang secara demokratis
c.Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota menurut perbandingan dalam usahanya masingmasing menurut partipasinya dengan koperasi.
d.Bunga uang yang terbatas atas uang.
e.Netral dalam lapangan politik dan agama.
f.Tatanegara yang di lakukan di jalankan secara tunai.
g.Menyelenggarakan pendidikan.
Dalam kongres ICA tahun 1948 di praha, menetapkan anggaran dasar bahwa suatu koperasi dapat menjadi anggota lembaga bila mempunya sendisendi :
a.keanggotaan sukarela
b.Pengawasan secara demokratis.
c.Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota menurut perbandingan partisipasi masingmasing anggotadalam transaksitransaksi social dari usaha koperasi itu sendiri.
d.Pembatasan bunga atas modal.
Menurut UU No. 25 tahun 1992 Pasal 5 disebutkan prinsip koperasi, yaitu:
•Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
•Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
•Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota (andil anggota tersebut dalam koperasi).
•Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
•Kemandirian.
•Pendidikan perkoprasian.
•kerjasama antar koperasi.
Sendi-sendi dasar koperasi di Indonesia menurut undang-undang No. 12 1997 pasal :
1.Sifat keanggotaannya suka rela dan terbuka untuk setiap warga Negara Indonesia.
2.Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan demokrasi dalam koperasi.
3.Pembagian sisa hasil usaha di atur menurut jasa masingmasing anggota.
4.Adanya pembatasan bunga atas modal.
5.mengembangkan kesejahteran anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.Usaha dan tatalaksanaannya bersifat terbuka.
6.Swadaya,swakertadan swasembada sebagi pencerminan dari pada prinsip dasar : percaya pada diri sendiri.
ref : DRs. Arifin Sitio,Homoloa tamba, " Koperasi Teori dan praktis,2001.
Jumat, 15 Oktober 2010
perbedaan koperasi dengan perkumpulan lain
sebenarnya perbedaan yang sangat menonjol adalah terletak pada sifatsifat, macam dan wujud dari organisasi tersebut. dan secara garis besar perkumpulan mementingkan mementingkan keuntungan dan citacita. seperti Contoh: perusahaan perseorangan, kongsi, firma, itu lebih mementingkan keuntungan. sedangkan semacam sekolah,masjid,gereja itu lebih mementingkan kepentingan citacita.
jadi perbedaannya adalah :
**Gotong royong
Sejak dului kala bangsa indonesi ini terkenal dengan bangsa yang mementingkan kepentinagn bersama semacam gotong royong walaupun sudah jelas adt istiadat daera satu dengan yang lain sangat berbeda. misalnya goton royong (jawa), gugur gunung (sumatra), mapalus(manado) dan sebagainya. Sifat gotong royong yang khas itu antara lain yakni sementara dan statis.
Gotong royong mempunyai ciriciri :
merupakan kerja sama di lapangan sosial di dasarkan atas adat istiadat,bersifat sementara, organisasi yang tidak teratur tanpa administrasi, bersifat menunggu dan statis, tidak mempunya peraturan tertulis sebab di dasarkan pada kebiasaan kebiasaan menurut adat dan ada unsurunsur paksaan.
Sedangkan ciriciri koperasi adalah : " kerjasama di lapangan perekonomian bertujuan memajukan kesejahteraan anggota. di usahakan terus menerus, organisasi yang teratur dengan administrasi yang tersusun , aktif dan dinamis mempunyai anggaran dasar serta peraturan- peraturan yang di susun oleh anggota sendiri dan di atur oleh undang-undangdan berdasarkan kesukarelaan dan kesadara.
*jadi dapat di ambil kesimpulan bahwasanya koperasi itu memeliki peraturan yang logis dan memang sudah di atur sehingga kerjanya cukup rapi dan seluruh anggota pun dapat mengetahui keadaan koperasi itu semacam keadaan anggaran ataupun yang lalinnya.
(ref. drs. Panji Anoraga & Dra.Ninik Widiyanti “ Dinamika Koperasi” Pt Rineka Cipta, Jakarta, 1993.)
jadi perbedaannya adalah :
**Gotong royong
Sejak dului kala bangsa indonesi ini terkenal dengan bangsa yang mementingkan kepentinagn bersama semacam gotong royong walaupun sudah jelas adt istiadat daera satu dengan yang lain sangat berbeda. misalnya goton royong (jawa), gugur gunung (sumatra), mapalus(manado) dan sebagainya. Sifat gotong royong yang khas itu antara lain yakni sementara dan statis.
Gotong royong mempunyai ciriciri :
merupakan kerja sama di lapangan sosial di dasarkan atas adat istiadat,bersifat sementara, organisasi yang tidak teratur tanpa administrasi, bersifat menunggu dan statis, tidak mempunya peraturan tertulis sebab di dasarkan pada kebiasaan kebiasaan menurut adat dan ada unsurunsur paksaan.
Sedangkan ciriciri koperasi adalah : " kerjasama di lapangan perekonomian bertujuan memajukan kesejahteraan anggota. di usahakan terus menerus, organisasi yang teratur dengan administrasi yang tersusun , aktif dan dinamis mempunyai anggaran dasar serta peraturan- peraturan yang di susun oleh anggota sendiri dan di atur oleh undang-undangdan berdasarkan kesukarelaan dan kesadara.
*jadi dapat di ambil kesimpulan bahwasanya koperasi itu memeliki peraturan yang logis dan memang sudah di atur sehingga kerjanya cukup rapi dan seluruh anggota pun dapat mengetahui keadaan koperasi itu semacam keadaan anggaran ataupun yang lalinnya.
(ref. drs. Panji Anoraga & Dra.Ninik Widiyanti “ Dinamika Koperasi” Pt Rineka Cipta, Jakarta, 1993.)
Kamis, 14 Oktober 2010
per. 1 "Sejarah koperasi"
Sejarah berdirinya koperasi dunia
Gerakan koperasi digagas oleh Robert Owen (1771-1858), yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865) – dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi.
Koperasi akhirnya berkembang di negara-negara lainnya. Di Jerman, juga berdiri koperasi yang menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan koperasi buatan Inggris. Koperasi-koperasi di Inggris didirikan oleh Charles Foirer, Raffeinsen, dan Schulze Delitch. Di Perancis, Louis Blanc mendirikan koperasi produksi yang mengutamakan kualitas barang. Di Denmark Pastor Christiansone mendirikan koperasi pertanian..
Koperasi pada awalnya lahir pada permulaan abad ke-19, sebagai reaksi terhadap sistem liberalisme ekonomi, yang pada waktu itu sekelompok kecil pemilik-pemilik modal menguasai kehidupan masyarakat.
Koperasi berasal dari perkataan co dan Operation, yang mengandung arti bekerjasama untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu koperasi adalah “ Suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atu badan-badan yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota,dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmania para anggota.
Pengertian koperasi Menurut undang-undang koperasi tahun 1967 No. 12 tentang pokok-pokok perkoperasian adalah : “ Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social, beranggota orang-orang atau badan-badan hokum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan ata asas kekeluargaan.”
Dari pengertian di atas dapat di jabarkan menjadi :
1.Yang di maksud dengan rakyat adalah orang-orang yang berkondisi ekonominya relative lema, yang perlu menghimpun tenaganya. Agar mampu menghadapi kelompok yang relative kuat.
2.Koperasi adalah kumpulan orang-orang yang yang mengakui adanya kebutuhan tertentuyang sama di kalanagn mereka.
3.Koperasi Indonesia adalah kumpulan orang-orang yang bukan perkumpulan modal.
4.Koperasi memiliki watak social yangberarti kerjasama.
5.Koperasi juga dapatberanggotakan badan-badan hokum koperasi.
6.Koperasi merukan kepentingan bersama dari para anggotanya (kekeluargaan).
7.Koperasi merukan bagian dari tata susunan ekonomi.
Selain pengertiaan koperasi menurut UU koperasi tahun 1967 nomor 27 di atas, dalam UUD 1945 ayat satu adalah “ Perekonomian Indonesia disusun secara bersama dan berdasarkan atas dasas kekeluargaan.” Kemudian di jelaskan dalam penjelasan UUD 1945 pasal 33 ayat 1 bahwa : “ Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi.” Sedangkan tap MPR di nyatakan bahwa : “Koperasi harus di gunakan sebagai salah satu wadah utama untuk membina kemampuan usaha golongan ekonomi lemah.”
Arti lambang koperasi adalah sebagai berikut :
1.Rantai
Menggambarkan persahabatan yang kokoh.
2.Gigi roda
Mernggambarkan usaha karya yang terus menerus dari golongan koperasi.
3.Kapas dan apdi
Menggambarkan kemakmuran rakyat di usakan dan yang akan di capai Gilonagn koperasi.
4.Timbangan
Menggambarkan keadilan social sebagai salah satu dasar dari koperasi.
5.Bintang dan perisai
Menggambarkan pancasila yang merupakan landasan idiil dari koperasi.
6.Pohon beringin
Menggambarkan sifat kemasyarakatan yang berkerpibadian Indonesia dan koperasi yang kokoh berakar.
7.Koperasi Indonesia
Menandakan bahwa lambing ini adalah lambing kepribadian koperasi Rakyat Indonesia.
8.Warna merah dan putih
Menggambarkan sifat rasional dan golongan karya koperasi.
Referensi : drs. Panji Anoraga & Dra.Ninik Widiyanti “ Dinamika Koperasi” Pt Rineka Cipta, Jakarta, 1993
Gerakan koperasi digagas oleh Robert Owen (1771-1858), yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865) – dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi.
Koperasi akhirnya berkembang di negara-negara lainnya. Di Jerman, juga berdiri koperasi yang menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan koperasi buatan Inggris. Koperasi-koperasi di Inggris didirikan oleh Charles Foirer, Raffeinsen, dan Schulze Delitch. Di Perancis, Louis Blanc mendirikan koperasi produksi yang mengutamakan kualitas barang. Di Denmark Pastor Christiansone mendirikan koperasi pertanian..
Koperasi pada awalnya lahir pada permulaan abad ke-19, sebagai reaksi terhadap sistem liberalisme ekonomi, yang pada waktu itu sekelompok kecil pemilik-pemilik modal menguasai kehidupan masyarakat.
Koperasi berasal dari perkataan co dan Operation, yang mengandung arti bekerjasama untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu koperasi adalah “ Suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atu badan-badan yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota,dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmania para anggota.
Pengertian koperasi Menurut undang-undang koperasi tahun 1967 No. 12 tentang pokok-pokok perkoperasian adalah : “ Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social, beranggota orang-orang atau badan-badan hokum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan ata asas kekeluargaan.”
Dari pengertian di atas dapat di jabarkan menjadi :
1.Yang di maksud dengan rakyat adalah orang-orang yang berkondisi ekonominya relative lema, yang perlu menghimpun tenaganya. Agar mampu menghadapi kelompok yang relative kuat.
2.Koperasi adalah kumpulan orang-orang yang yang mengakui adanya kebutuhan tertentuyang sama di kalanagn mereka.
3.Koperasi Indonesia adalah kumpulan orang-orang yang bukan perkumpulan modal.
4.Koperasi memiliki watak social yangberarti kerjasama.
5.Koperasi juga dapatberanggotakan badan-badan hokum koperasi.
6.Koperasi merukan kepentingan bersama dari para anggotanya (kekeluargaan).
7.Koperasi merukan bagian dari tata susunan ekonomi.
Selain pengertiaan koperasi menurut UU koperasi tahun 1967 nomor 27 di atas, dalam UUD 1945 ayat satu adalah “ Perekonomian Indonesia disusun secara bersama dan berdasarkan atas dasas kekeluargaan.” Kemudian di jelaskan dalam penjelasan UUD 1945 pasal 33 ayat 1 bahwa : “ Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi.” Sedangkan tap MPR di nyatakan bahwa : “Koperasi harus di gunakan sebagai salah satu wadah utama untuk membina kemampuan usaha golongan ekonomi lemah.”
Arti lambang koperasi adalah sebagai berikut :
1.Rantai
Menggambarkan persahabatan yang kokoh.
2.Gigi roda
Mernggambarkan usaha karya yang terus menerus dari golongan koperasi.
3.Kapas dan apdi
Menggambarkan kemakmuran rakyat di usakan dan yang akan di capai Gilonagn koperasi.
4.Timbangan
Menggambarkan keadilan social sebagai salah satu dasar dari koperasi.
5.Bintang dan perisai
Menggambarkan pancasila yang merupakan landasan idiil dari koperasi.
6.Pohon beringin
Menggambarkan sifat kemasyarakatan yang berkerpibadian Indonesia dan koperasi yang kokoh berakar.
7.Koperasi Indonesia
Menandakan bahwa lambing ini adalah lambing kepribadian koperasi Rakyat Indonesia.
8.Warna merah dan putih
Menggambarkan sifat rasional dan golongan karya koperasi.
Referensi : drs. Panji Anoraga & Dra.Ninik Widiyanti “ Dinamika Koperasi” Pt Rineka Cipta, Jakarta, 1993
Langganan:
Postingan (Atom)